Rabu, 06 Januari 2010

oke ..
ini posting pertama di blog saya (mesti tanya ika dulu, gimana cara posting blog *lol).

Dunia memang kejam - apalagi dunia komunikasi *ups! penuh persaingan. Dunia tanpa ampun and whatever ..
Menjelang akhir semester, tugas makin menggila. Minggu tenang pun menjadi tidak tenang gara2 sibuk kejar detlen tugas yang mepet.
Sebelumnya, saya mengucapkan selamat kepada kawan2 satu jurusan yang sukses mengeluarkan delapan (8) mata kuliah di ujian akhir semester mendatang. yahh .. karena banyak mahasiswa2 tidak seberuntung kalian T.T .. dan ujian akhir semester kali ini, rupanya saya termasuk diantara mahasiswa2 yang tidak seberuntung itu. Dari delapan mata kuliah yang saya ambil, tiga diantaranya gak nongol di kartu ujian *ohmaysit!. dan di kartu ujian tertulis: mata kuliah yang tidak tercantum, menunjukkan 5 kali tidak hari kuliah. Hmm lima kali ya ? kalo diitung2 berarti untuk satu mata kuliah maksimal absen empat kali.
Dan parahnya, sakit dan ijin pun termasuk kategori absen , bisa dirumuskan seperti ini :
ijin, sakit = alpa -> dicoret/disilang -> pengajaran ga mau tau -> tetep aja diitung bolos -> akhirnya ga boleh ikut ujian.
Intinya, menggunakan kehadiran di perkuliahan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian = merugikan saya.
Kalau memang mahasiswanya niatnya memang ingin bolos, meneketehe. Kalau dia benar2 sakit? mana ada orang yang mau sakit pak,buk?? Saya jadi ingat, waktu awal2 kuliah ada salah seorang dosen uzur yang mengatakan: baru mengijinkan mahasiswa tidak masuk kuliahnya karena satu alasan, yaitu: mahasiswa itu mati. *ohmaaai. Astaghfirulloh, ampuni dosa beliau ya Allah..

Semester ini bisa dibilang saya apes. Tiga mata kuliah gak keluar di kartu ujian: satu mata kuliah, pengajaran beralasan absen dibawa dosen *preeet. Satu mata kuliah, pengajaran tidak mau tahu alasannya yang jelas di absen kuning tidak ada tandatangannya *f-. Satu mata kuliah lainnya, *sudahlah .. saya tidak mau mengingatnya lagi . huhuhu

Sepertinya perlu pihak fakultas perlu mempertimbangkan ulang tentang kebijakan "syarat mengikuti ujian". Buatlah yang lebih manusiawi, haha.

*saran = untuk tahun2 selanjutnya, lebih baik dibuat persyaratan untuk menjadi staff di pengajaran: bersahabat, mampu tersenyum, berwajah ramah dan berpenampilan menarik.

;;